Bab 11 Akuntansi dan Laporan Keuangan
NAMA : Lucky Dzikra Mauludy
NPM : 23215862
NPM : 23215862
KELAS : 1EB17
DEFINISI AKUNTANSI
Akuntansi adalah suatu proses
mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi
serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh
orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu
keputusan serta tujuan lainnya. Selain itu, akuntansi dapat diartikan
sebagai seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas
keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.
Akuntansi berasal dari kata asing
accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah
menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh
kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut
sebagai bahasa bisnis.
FUNGSI AKUNTANSI
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai
informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat
posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya.
Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi
mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen
untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN TERHADA AKUNTANSI
- Para pemilik dan calon pemilik perusahaan. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan.
- Para pengelola perusahaan Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer, jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.
- Para pegawai/karyawan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan.
- Para investor. para investor luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang sia-sia.
- Para kreditor. Para kreditor seperti bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan perusahaan yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan pemberian kredit.
- Pemerintah Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah.
- Rekanan perusahaan Yang dimaksud dengan rekanan perusahaan di sini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan
keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode
akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut
standar akuntansi keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia
tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Isi
Laporan Keuangan
Laporan
keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
1. Neraca.
2. Laporan laba rugi.
3. Laporan perubahan ekuitas.
4. Laporan perubahan posisi keuangan yang
dapat disajikan berupa.
5. Laporan arus kas atau laporan arus dana.
6. Catatan dan laporan lain serta materi
penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Bentuk Neraca
Neraca dapat
disusun dalam dua bentuk : yaitu bentuk skontro dan bentuk staffel. Bentuk
skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau
sebelah menyebelah. Sedangkan bentuk staffel sering disebut dengan bentuk
laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal
di bagian bawahnya. Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah
bentuk staffel disusun secara vertikal. Harta pada bagian atas dan utang dengan
modal pada bagian bawah. Sedangkan bentuk skontro, harta aktiva pada sisi kiri,
utang dan modal pada sisi kanan.
Laporan Laba Rugi
Laporan laba
rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada
suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban
perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba atau rugi bersih.
Unsur-unsur
laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari :
a. Penghasilan (Income), ada dua macam
penghasilan yaitu :
1. Pendapatan (revenues) , yaitu penghasilan
yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa dan yang dikenal dengan
sebutan berbeda, seperti penjualan barang dagangan, penghasilan jasa,
pendapatan bunga, pendapatan deviden, royaltis, dan sewa.
2. Keuntungan (Gains), yaitu pos lain yang
memenuhi definisi penghasilan dan mungkin timbul atau tidak timbul dalam
pelaksanaan aktivitas perusahaan yang rutin misalnya pos yang timbul dalam
pengalihan aktiva lancar, revaluasi sekuritas, kenaikan jumlah aktiva jangka
panjang.
b. Beban (expense), dapat terdiri dari :
1. Beban yang timbul dalam pelaksanaan
aktivitas perusahaan yang biasa yang biasanya berbentuk arus kas keluar atau
berkurangnya aktiva seperti kas persediaan, aktiva tetap, yang meliputi
misalnya harga pokok penjualan, gaji dan upah, penyusutan.
2. Kerugian , yang mencerminkan pos lain yang
memenuhi definisi beban yang timbul atau tidak timbul dari aktivitas perusahaan
yang jarang terjadi, seperti misalnya rugi karena bencana kebakaran, banjir,
atau pelepasan aktiva tidak lancar.
Bentuk Laporan Laba Rugi
Laporan
Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk , yaitu :
a. Bentuk
Single Step atau Langsung
Semua
pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian
semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah
pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi
bersih.
b. Bentuk
Multiple Step atau Tidak Langsung
Pendapatan
dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga
beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan
dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan
kemudian.
Sumber:
1.http://emilyaumil.blogspot.com/2013/12/akuntansi-dan-laporan-keuangan.html
2. https://khairunnisafathin.wordpress.com/2010/12/19/akuntansi-dan-laporan-keuangan/
Komentar
Posting Komentar