Latihan dan Pengembangan

Latihan dan Pengembangan SDM

Pelatihan dan pengembangan sering kita dengar dalam dunia kerja diperusahaan, organisasi, lembaga, atau bahkan dalam instansi pendidikan. Hal ini dapat diasumsikan bahwa pelatihan sangat penting bagi tenaga kerja untuk bekerja lebih menguasai dan lebih baik terhadap pekerjaan yang dijabat atau akan dijabat kedepan. Tidak terlalu jauh dalam instansi pendidikan, pelatihan dan pengembangan sering dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja para tenaga kerja pendidikan yang dianggap belum mampu untuk mengemban pekerjaannya karena faktor perkembangan kebutuhan masyarakat dalam pendidikan.
Salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia adalah training dan development artinya bahwa untuk mendapatkan tenaga kerja pendidikan yang bersumber daya manusia yang baik dan tepat sangat perlu pelatihan dan pengembangan. Hal ini sebagai upaya untuk mempersiapkan para tenaga kerja pendidikan untuk menghadapi tugas pekerjaan jabatan yang dianggap belum menguasainya. Dengan melalui pelatihan dan pengembangan, tenaga kerja akan mampu mengerjakan, meningkatkan, mengembangkan pekerjaannya.

Pengertian dan Tujuan Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja karyawan. (Simamora:2006:273). Menurut pasal I ayat 9 undang-undang No.13 tahun 2003. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk member, memperoleh, meningktakan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.

Pengembangan (development) diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga atau instansi pendidikan.

Tujuan perusahaan dalam memberikan pelatihan agar karyawan dapat:
  • Menambah pengetahuan baru

Artinya  pengetahuan karyawan akan bertambahan dari sebelumnya.
  • Mengasah kemampuan karyawan

Maksudnya kemampuan karyawan yang semula belum optimal, setelah dilatih diharpkan menjadi optimal.
  • Meningkatkaan keterampilan

Artinya karyawan harus lebih terampil untuk melaksanaakan pekerjaan yang diberikan kepadanya.
  • Meningkatkan rasa tanggung jawab

Artinya karyawaan akan lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya setelah mengikuti pelatihan.
  • Meningkatkan ketaatan
Artinya dengan mengikuti pelatihan karyawan menjadi lebih taat terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan perusahaan


Jenis Program Pelatihan dan Pengembangan

Menurut (Simamora:2006:278) ada 5 jenis-jenis pelatihan yang dapat diselenggarakan :

    1.  Pelatihan Keahlian (Skills Training)
Merupakan pelatihan yang sering dijumpai dalam organisasi. Program pelatihannya relatif sederhana.
   2.  Pelatihan Ulang (Retraining)
Adalah subset pelatihan keahlian. Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah
  3.  Pelatihan Lintas Fungsional (Cros Fungtional Training)
Melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjaan yang ditugaskan
  4.  Pelatihan Tim
Merupakan bekerjasama terdiri dari sekelompok individu untuk menyelesaikan pekerjaan demi tujuan bersama dalam sebuah tim kerja
  5.  Pelatihan Kreatifitas
Berlandasan pada asumsi bahwa kreativitas dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin

Orientasi Pekerja Baru
  • Induksi

Tahap awal dalam karyawan baru. Mempelajari apa yang akan dilakukan, peraturan-peraturan dan sebagainya.
  • Sosialisasi

Proses yang berjangka lebih panjang dimana karyawan baru mempelajari norma-norma, sistem nilai dan kelompok.

Pelatihan Formal dan Non-Formal
  1. Pelatihan formal
                Pelatihan formal adalah pelatihan yang dilaksanakan secara formal (resmi) oleh organisasi atau perusahaan untuk para karyawan. Pelatihan jenis ini biasanya dilakukan secara teratur, terjadwal dengan mengacu pada kurikulum-silabus yang sudah ada. Kurikulum silabus disusun berdasarkan kebutuhan
     
      2.  Pelatihan Non-formal

                Pelatihan nonformal adalah pelatihan yang diadakan untuk melengkapi pelatihan formal. Pelatihan formal tidak selalu dapat dilakukan, karna ia memerlukan biaya yang besar, waktu yang lama, dan tenaga kerja yang harus dibayar mahal dan sebagainya.


Arti dan Pentingnya Pengembangan SDM
  • Sumber Daya Manusia Pendidikan

Untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal, faktor pendidikan adalah faktor utama untuk mencetaknya. Untuk itu pelaku-pelaku pencerdas generasi bangsa ini adalah mereka yang benar-benar berkompetensi di bidangnya. 

  • Sumber Daya Manusia Pertanian

Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian terus dilakukan oleh pemangku kebijakan (stakeholder) dalam hal ini adalah Departemen Pertanian RI. Pembangunan di sektor Pertanian meliputi peningkatan kualitas SDM petani melalui penyuluhan tata cara bertani yang baik, merupakan program DEPTAN dalam meningkatkan keterampilan dan pemahaman tentang pertanian pada para petani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sektor Pertanian

Promosi dan Pemindahan

Perencanaan dan Pengembangan Karir